Sabtu, 31 Maret 2012

Tugas TPM

Diposting oleh malaikat kecilku di 11.03 0 komentar
Buat temen-temen yang belum dapet materi untuk tugas TPM, niy aku punya materi yang bisa di download :

  1.  contextual teaching learning
  2. problem based learning
  3. brain strorming
jangan lupa komentar anda :D

Kamis, 15 Maret 2012

Bilangan ajaib 15.873 dan 8547

Diposting oleh malaikat kecilku di 21.32 0 komentar
1. Bilangan 15.783 merupakan bilangan ajaib dan akan memberi hasil istimewa bila dikalikan
dengan kelipatan 7.

* 15.873 x 7 = 111.111

* 15.873 x 14 = 222.222

* 15.873 x 21 = 333.333



1. Bilangan 15.783 merupakan bilangan ajaib dan akan memberi hasil istimewa bila dikalikan
dengan kelipatan 7.

* 15.873 x 7 = 111.111

* 15.873 x 14 = 222.222

* 15.873 x 21 = 333.333

Tentukan hasil dari :

* 15.873 x 28 =

* 15.873 x 35 =

* 15.873 x 42 =

* 15.873 x 49 =
dst


2. Bilangan 8547 akan memberi hasil yang menarik bila dikalikan dengan 13, sbb :

* 8547 x 13 = 111.111

* 8547 x 26 = 222.222

* 8547 x 39 = 333.333

Tentukan hasil dari :

* 8547 x 52 =

* 8547 x 65 =

* 8547 x 78 =

Belajar Sholat Mirip Belajar Matematika

Diposting oleh malaikat kecilku di 16.56 0 komentar

Seperti biasa, tiap hari Jum’at, umat Islam laki-laki di seluruh dunia menunaikan sholat Jum’at. Tak ketinggalan, saya pun melakukannya.
Bila waktu sholat Jum’at sudah mendekat, segeralah datangi Masjid untuk menunaikannya, lebih baik bila datang sebelum Khotib naik mimbar. Itulah nasihat para guru agama yang selalu saya ingat sedari kecil dulu. Nasihat lebih lanjut, konon, bila datang dan menempati shaf pertama, maka akan diganjar dengan pahala yang berlipat ganda–ini diibaratkan dengan mendapat pahala sebesar unta atau sapi; bila menempati shaf-shaf belakang, paling pahalanya sebesar ayam atau telurnya saja.
Nasihat tadi, berusaha selalu saya jalankan. Seperti hal yang saya lakukan pada sholat Jum’at yang lalu: Sholat Jum’at yang saya tunaikan di salah satu Masjid di negeri Belanda, sebuah masjid yang dikelola umat Islam, yang umumnya, keturunan bangsa Maroko.
Tidak seperti biasanya, setelah sholat Tahiyatul Masjid (sholat untuk menghormati Masjid), perhatian saya tertuju pada seorang bapak yang baru datang dan membawa anak lelaki kecilnya, yang berumur sekitar 3 atau 4 tahun. Saya perhatikan dua orang bapak-anak tersebut. Sang bapak segera menunaikan sholat Tahiyatul Masjid, sedangkan sang anak menirukan gerakan sang bapak sambil celingak-celinguk kiri-kanan, serta belakang. Sang anak yang merasa diperhatikan, tersenyum ke arah saya. Saya pun tersenyum padanya. Yang menarik dilakukan sang anak adalah saat sang bapak sujud, dia tak ikut gerakan, tapi dia merangkul leher sang bapak dari belakang, gendong di atas punggungnya.
Kejadian bapak-anak tadi mengingatkan masa kecil saya, saat usia sekitar 4 atau 5 tahun. Bila waktu sholat tiba, saya selalu menunggu ibu menunaikan sholat. Yang paling asyik adalah, saat ibu sujud, saya segera gendong di punggungnya. Makin banyak rakaat, makin sering gendongnya, asyik dan menyenangkan rasanya, seperti terbang layaknya Superman. Hingga, secara tak langsung saya pun hafal banyaknya rakaat di tiap waktu sholat, sebelum saya sendiri tahu dan mengerti tata cara melakukanya.
 ***
Pelajaran apa yang dapat kita petik dari kisah sederhana tadi?
Untuk kisah bapak-anak yang mirip kisah masa kecil saya tadi, setidaknya ada satu pelajaran penting yang dapat kita petik. Dalam pandangan awam saya, sang bapak sedang mengenalkan dan mengajari anak tentang sholat.
Mungkin, bagi Anda yang berpikir kritis ala barat akan mempertanyakan cara tersebut: untuk apa mengajari anak prosedur melakukan sholat padahal anak-anak tidak atau belum mengerti mengapa hal itu dilakukan? Tidakkah lebih baik memberi pengertian dan pemahaman lebih dulu, baru mempraktikan sholat? Bukankah melakukan sesuatu itu akan lebih baik bila dilandasi pemahaman terlebih dahulu?
Setidaknya, jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah seperti berikut. Walau sang anak diperkirakan belum mengerti apa-apa, dengan cara mengajaknya ke Masjid dan mempraktikan cara melakukan sholat, maka hal ini diharapkan akan membiasakan anak untuk melakukannya. Sehingga saat sang anak sudah berkewajiban melakukan sholat, dan dibarengi dengan pengetahuan dan pemahaman tentang sholat tentunya, sudah tidak canggung dan tidak berat lagi untuk melakukannya.
***
Lantas, apa miripnya dengan belajar matematika?
Pendidikan matematika, khususnya untuk matematika sekolah di negeri kita, dipandang sangat memprihatinkan karena prestasi belajar siswa dipandang kurang baik–walaupun tiap tahun hasil ujian nasional menggambarkan hasil yang sangat memukau.
Salah satu kritik terhadap prestasi yang tidak menggembirakan itu, konon, diakibatkan oleh proses pembelajaran matematika sekolah yang bersifat prosedural nan algoritmik. Yakni, suatu proses pembelajaran yang menitikberatkan pada prosedur, hafal cara dan rumus, namun kurang menekankan pada pemahaman konsep matematika. Hal ini berakibat pemahaman siswa rendah terhadap matematika–siswa hanya hafal rumus atau cara untuk mengerjakan soal yang sudah diajarkan saja, tapi kebingungan dan tak sanggup memecahkan soal manakala soalnya berbeda, sehingga dapat diduga, hasil belajarpun jadi rendah.
Benarkah kritik tersebut? Benarkah cara prosedural nan algoritmik berakibat buruk terhadap prestasi belajar siswa? Apakah benar pembelajaran yang menitikberatkan pada pemahaman terlebih dahulu ketimbang prosedur akan lebih baik dilihat dari hasil belajar siswanya kelak?
Berkaca dari kisah bapak-anak, maka saya berpandangan, proses pembelajaran yang bersifat prosedural nan algoritmik tidaklah selalu buruk, tidak mesti serta-merta ditinggalkan begitu saja. Agar lebih baik, ketika proses membelajarkan secara prosedural nan algoritmik, perlahan siswa diberi pemahaman dan pengertian secara konseptual. Sehingga, diharapkan, terjadi keseimbangan antara prosedural skill dan pemahaman konseptual. Ibarat cara mengajarkan sholat pada anak-anak, dimulai dari praktik, lalu sedikit demi sedikit diberi pemahaman. Setuju?

Selasa, 13 Maret 2012

Sakinah Bersamamu...

Diposting oleh malaikat kecilku di 14.31 0 komentar

Tak ada yang sempurna di kolong langit. Tidak dia, Bang Zaqi, dan pernikahan mereka. Sebab kesempurnaan hanya boleh dilekatkan pada namaNya semata. Riri bukan tidak menyadari hal ini. Tetapi salahkah jika perempuan itu menyimpan harapan bahwa mereka akan memiliki cinta yang sempurna?

Ia ingin cinta, hari-hari sakinah, hanya itu yang terbayang saat mengenang perjalnan kasih mereka. Bayang- bayang kebersamaan yang selalu berkejaran begitu jelas di pelupuk mata, setiap kali memandangi Bang Zaqi yang terlelap. Tapi tak ada cinta yang diuji. Lalu haruskah dia menyerah kalah ketika cinta yang selama ini nyaris sempurna, diguncang badai? Saat sosok yang tak pernah mengecewakan ternyata sanggup menggoreskan luka?

Ini memang bukan kisah cinta sempurna. Tetapi kisah dua anak manusia yang belajar menyempurnakan cinta. Belajar memberi, menerima, dan memperbarui cinta, hingga mereka menutup mata.

kenapa kita menikah, Bang?” tanyaku suatu hari.Kau menjawab mantap, tanpa sebersit pun keraguan, “sebab tanpamu tak ada pernikahan bagiku..”

~Dikutip dari buku Sakinah Bersamamu karya Mbak Asma Nadia~

Yeay,lagi-lagi promosi buku dari penulis favoritku .hehehe. Bagi antunna yang sudah menikah, buku ini saya sarankan wajib dibaca . Kenapa? Karena dari buku ini kita bisa mendapatkan banyak hikmah tanpa merasa sedang dinasehati. Yupp,betul sekali, buku ini berisi kumpulan cerpen plus tips dan pembahasan seputar pernikahan dari sang penulis. Lebih cocok lagi dibaca untuk yang sudah menikah dalam waktu lama, tapi yang baru nikah juga bisa baca biar dapat pengalaman baru di dunia pernikahan. Kalau yang belum nikah? Boleh juga baca, tapi kalau jadi pengen nikah jangan salahkan saya ya. hehehe. Sejak SMA mah saya suka baca kumcer dan novel nikah, yah walaupun terus suka galau tapi kan setidaknya punya gambaran tentang indahnya dan berlikunya sebuah pernikahan.


Oke, silahkan beli di toko buku terdekat atau pesan online di Toko Asma Nadia


Sekian,semoga bermanfaat ukhti..

Minggu, 11 Maret 2012

Keajaiban Angka - Keunikan Matematika

Diposting oleh malaikat kecilku di 12.27 0 komentar
Saat iseng-iseng buka inbox email yahoo yang lama tidak dibuka, disalah satu folder hasil filteran email, ada sebuah kiriman email dari milist yang saya ikuti…isinya cukup menarik dan membuat saya mau tidak mau harus membacanya …isinya adalah seputar keajaiban angka ….berikut ini isi email tersebut ….
Absolutely amazing!
Beauty of Mathematics !!!!!!!
1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321
1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 +10= 1111111111
9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654 x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888
Brilliant, isn’t it?
And look at this symmetry:
1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111 = 12345678987654321
Now, take a look at this…
101%
From a strictly mathematical viewpoint:
What Equals 100%?
What does it mean to give MORE than 100%?
Ever wonder about those people who say they are giving more than 100%?
We have all been in situations where someone wants you to
GIVE OVER 100%.
How about ACHIEVING 101%?
What equals 100% in life?
Here’s a little mathematical formula that might help
answer these questions:
If:
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
Is represented as:
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26.
If:
H-A-R-D-W-O- R- K
8+1+18+4+23+ 15+18+11 = 98%
And:
K-N-O-W-L-E- D-G-E
11+14+15+23+ 12+5+4+7+ 5 = 96%
But:
A-T-T-I-T-U- D-E
1+20+20+9+20+ 21+4+5 = 100%
THEN, look how far the love of God will take you:
L-O-V-E-O-F- G-O-D
12+15+22+5+15+ 6+7+15+4 = 101%
Therefore, one can conclude with mathematical certainty that:
While Hard Work and Knowledge will get you close, and Attitude will
get you there, It’s the Love of God that will put you over the top!
It’s up to you if you share this with your friends & loved ones just
the way I did..
Have a nice day & God bless!!

Sabtu, 10 Maret 2012

♥ About Me ♥

Diposting oleh malaikat kecilku di 14.20 0 komentar

Dear, all 
Hello, my name is Ucha. And i am blessed :)
Nama lengkapnya Uswatun Chasanah. Cilacap, 09 Mei 1992. But please, tanpa mengurangi rasa hormat, panggil aja aku Ucha yaaa... Jangan panggil Asmirandah. Kadang ada yang salah suka manggil Asmirandah. Yeah, i know it. I know it. Orang emang suka salah ngirain aku Asmirandah karena mungkin ada kemiripan diantara kami berdua. Tapi please deh, gue tuh lebih cakep daripada Asmirandah! #plak #lemparlembing


Paling demen baca buku, nulis, nyanyi, joget-joget hulala, kencan sama komputer, berkhayal dan nonton tv sambil ditemani sepiring keripik kentang dan camilan penuh lemak lainnya (bayangkan betapa mengerikannya!! huahaha)
Olah raga favorit : berkuda (baca : naik odong-odong yang bentuknya kuda)
Saat ini mengenyam (jaelah bahasanyeee) pendidikan di perguruan tinggi negeri di Yogyakarta. 


I am an attractive girl. Super attractive!
Sometimes, dibutuhkan seseorang untuk memencet tombol off-ku.
Sometimes, dibutuhkan juga seseorang untuk mengubahku ke silent mode.
Ngeliat aku koprol, kayang, loncat harimau, roll depan belakang, ngakak-ngakak kayak orang mabok menang judi, atau joget-joget gak jelas adalah hal yang amat sangat wajar bagi seluruh anggota keluargaku.
 Especially my brother.
Yo'i kan bro?
Ngueheheh

Sabtu, 31 Maret 2012

Tugas TPM

Buat temen-temen yang belum dapet materi untuk tugas TPM, niy aku punya materi yang bisa di download :

  1.  contextual teaching learning
  2. problem based learning
  3. brain strorming
jangan lupa komentar anda :D

Kamis, 15 Maret 2012

Bilangan ajaib 15.873 dan 8547

1. Bilangan 15.783 merupakan bilangan ajaib dan akan memberi hasil istimewa bila dikalikan
dengan kelipatan 7.

* 15.873 x 7 = 111.111

* 15.873 x 14 = 222.222

* 15.873 x 21 = 333.333



1. Bilangan 15.783 merupakan bilangan ajaib dan akan memberi hasil istimewa bila dikalikan
dengan kelipatan 7.

* 15.873 x 7 = 111.111

* 15.873 x 14 = 222.222

* 15.873 x 21 = 333.333

Tentukan hasil dari :

* 15.873 x 28 =

* 15.873 x 35 =

* 15.873 x 42 =

* 15.873 x 49 =
dst


2. Bilangan 8547 akan memberi hasil yang menarik bila dikalikan dengan 13, sbb :

* 8547 x 13 = 111.111

* 8547 x 26 = 222.222

* 8547 x 39 = 333.333

Tentukan hasil dari :

* 8547 x 52 =

* 8547 x 65 =

* 8547 x 78 =

Belajar Sholat Mirip Belajar Matematika

Seperti biasa, tiap hari Jum’at, umat Islam laki-laki di seluruh dunia menunaikan sholat Jum’at. Tak ketinggalan, saya pun melakukannya.
Bila waktu sholat Jum’at sudah mendekat, segeralah datangi Masjid untuk menunaikannya, lebih baik bila datang sebelum Khotib naik mimbar. Itulah nasihat para guru agama yang selalu saya ingat sedari kecil dulu. Nasihat lebih lanjut, konon, bila datang dan menempati shaf pertama, maka akan diganjar dengan pahala yang berlipat ganda–ini diibaratkan dengan mendapat pahala sebesar unta atau sapi; bila menempati shaf-shaf belakang, paling pahalanya sebesar ayam atau telurnya saja.
Nasihat tadi, berusaha selalu saya jalankan. Seperti hal yang saya lakukan pada sholat Jum’at yang lalu: Sholat Jum’at yang saya tunaikan di salah satu Masjid di negeri Belanda, sebuah masjid yang dikelola umat Islam, yang umumnya, keturunan bangsa Maroko.
Tidak seperti biasanya, setelah sholat Tahiyatul Masjid (sholat untuk menghormati Masjid), perhatian saya tertuju pada seorang bapak yang baru datang dan membawa anak lelaki kecilnya, yang berumur sekitar 3 atau 4 tahun. Saya perhatikan dua orang bapak-anak tersebut. Sang bapak segera menunaikan sholat Tahiyatul Masjid, sedangkan sang anak menirukan gerakan sang bapak sambil celingak-celinguk kiri-kanan, serta belakang. Sang anak yang merasa diperhatikan, tersenyum ke arah saya. Saya pun tersenyum padanya. Yang menarik dilakukan sang anak adalah saat sang bapak sujud, dia tak ikut gerakan, tapi dia merangkul leher sang bapak dari belakang, gendong di atas punggungnya.
Kejadian bapak-anak tadi mengingatkan masa kecil saya, saat usia sekitar 4 atau 5 tahun. Bila waktu sholat tiba, saya selalu menunggu ibu menunaikan sholat. Yang paling asyik adalah, saat ibu sujud, saya segera gendong di punggungnya. Makin banyak rakaat, makin sering gendongnya, asyik dan menyenangkan rasanya, seperti terbang layaknya Superman. Hingga, secara tak langsung saya pun hafal banyaknya rakaat di tiap waktu sholat, sebelum saya sendiri tahu dan mengerti tata cara melakukanya.
 ***
Pelajaran apa yang dapat kita petik dari kisah sederhana tadi?
Untuk kisah bapak-anak yang mirip kisah masa kecil saya tadi, setidaknya ada satu pelajaran penting yang dapat kita petik. Dalam pandangan awam saya, sang bapak sedang mengenalkan dan mengajari anak tentang sholat.
Mungkin, bagi Anda yang berpikir kritis ala barat akan mempertanyakan cara tersebut: untuk apa mengajari anak prosedur melakukan sholat padahal anak-anak tidak atau belum mengerti mengapa hal itu dilakukan? Tidakkah lebih baik memberi pengertian dan pemahaman lebih dulu, baru mempraktikan sholat? Bukankah melakukan sesuatu itu akan lebih baik bila dilandasi pemahaman terlebih dahulu?
Setidaknya, jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah seperti berikut. Walau sang anak diperkirakan belum mengerti apa-apa, dengan cara mengajaknya ke Masjid dan mempraktikan cara melakukan sholat, maka hal ini diharapkan akan membiasakan anak untuk melakukannya. Sehingga saat sang anak sudah berkewajiban melakukan sholat, dan dibarengi dengan pengetahuan dan pemahaman tentang sholat tentunya, sudah tidak canggung dan tidak berat lagi untuk melakukannya.
***
Lantas, apa miripnya dengan belajar matematika?
Pendidikan matematika, khususnya untuk matematika sekolah di negeri kita, dipandang sangat memprihatinkan karena prestasi belajar siswa dipandang kurang baik–walaupun tiap tahun hasil ujian nasional menggambarkan hasil yang sangat memukau.
Salah satu kritik terhadap prestasi yang tidak menggembirakan itu, konon, diakibatkan oleh proses pembelajaran matematika sekolah yang bersifat prosedural nan algoritmik. Yakni, suatu proses pembelajaran yang menitikberatkan pada prosedur, hafal cara dan rumus, namun kurang menekankan pada pemahaman konsep matematika. Hal ini berakibat pemahaman siswa rendah terhadap matematika–siswa hanya hafal rumus atau cara untuk mengerjakan soal yang sudah diajarkan saja, tapi kebingungan dan tak sanggup memecahkan soal manakala soalnya berbeda, sehingga dapat diduga, hasil belajarpun jadi rendah.
Benarkah kritik tersebut? Benarkah cara prosedural nan algoritmik berakibat buruk terhadap prestasi belajar siswa? Apakah benar pembelajaran yang menitikberatkan pada pemahaman terlebih dahulu ketimbang prosedur akan lebih baik dilihat dari hasil belajar siswanya kelak?
Berkaca dari kisah bapak-anak, maka saya berpandangan, proses pembelajaran yang bersifat prosedural nan algoritmik tidaklah selalu buruk, tidak mesti serta-merta ditinggalkan begitu saja. Agar lebih baik, ketika proses membelajarkan secara prosedural nan algoritmik, perlahan siswa diberi pemahaman dan pengertian secara konseptual. Sehingga, diharapkan, terjadi keseimbangan antara prosedural skill dan pemahaman konseptual. Ibarat cara mengajarkan sholat pada anak-anak, dimulai dari praktik, lalu sedikit demi sedikit diberi pemahaman. Setuju?

Selasa, 13 Maret 2012

Sakinah Bersamamu...


Tak ada yang sempurna di kolong langit. Tidak dia, Bang Zaqi, dan pernikahan mereka. Sebab kesempurnaan hanya boleh dilekatkan pada namaNya semata. Riri bukan tidak menyadari hal ini. Tetapi salahkah jika perempuan itu menyimpan harapan bahwa mereka akan memiliki cinta yang sempurna?

Ia ingin cinta, hari-hari sakinah, hanya itu yang terbayang saat mengenang perjalnan kasih mereka. Bayang- bayang kebersamaan yang selalu berkejaran begitu jelas di pelupuk mata, setiap kali memandangi Bang Zaqi yang terlelap. Tapi tak ada cinta yang diuji. Lalu haruskah dia menyerah kalah ketika cinta yang selama ini nyaris sempurna, diguncang badai? Saat sosok yang tak pernah mengecewakan ternyata sanggup menggoreskan luka?

Ini memang bukan kisah cinta sempurna. Tetapi kisah dua anak manusia yang belajar menyempurnakan cinta. Belajar memberi, menerima, dan memperbarui cinta, hingga mereka menutup mata.

kenapa kita menikah, Bang?” tanyaku suatu hari.Kau menjawab mantap, tanpa sebersit pun keraguan, “sebab tanpamu tak ada pernikahan bagiku..”

~Dikutip dari buku Sakinah Bersamamu karya Mbak Asma Nadia~

Yeay,lagi-lagi promosi buku dari penulis favoritku .hehehe. Bagi antunna yang sudah menikah, buku ini saya sarankan wajib dibaca . Kenapa? Karena dari buku ini kita bisa mendapatkan banyak hikmah tanpa merasa sedang dinasehati. Yupp,betul sekali, buku ini berisi kumpulan cerpen plus tips dan pembahasan seputar pernikahan dari sang penulis. Lebih cocok lagi dibaca untuk yang sudah menikah dalam waktu lama, tapi yang baru nikah juga bisa baca biar dapat pengalaman baru di dunia pernikahan. Kalau yang belum nikah? Boleh juga baca, tapi kalau jadi pengen nikah jangan salahkan saya ya. hehehe. Sejak SMA mah saya suka baca kumcer dan novel nikah, yah walaupun terus suka galau tapi kan setidaknya punya gambaran tentang indahnya dan berlikunya sebuah pernikahan.


Oke, silahkan beli di toko buku terdekat atau pesan online di Toko Asma Nadia


Sekian,semoga bermanfaat ukhti..

Minggu, 11 Maret 2012

Keajaiban Angka - Keunikan Matematika

Saat iseng-iseng buka inbox email yahoo yang lama tidak dibuka, disalah satu folder hasil filteran email, ada sebuah kiriman email dari milist yang saya ikuti…isinya cukup menarik dan membuat saya mau tidak mau harus membacanya …isinya adalah seputar keajaiban angka ….berikut ini isi email tersebut ….
Absolutely amazing!
Beauty of Mathematics !!!!!!!
1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321
1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 +10= 1111111111
9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654 x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888
Brilliant, isn’t it?
And look at this symmetry:
1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111 = 12345678987654321
Now, take a look at this…
101%
From a strictly mathematical viewpoint:
What Equals 100%?
What does it mean to give MORE than 100%?
Ever wonder about those people who say they are giving more than 100%?
We have all been in situations where someone wants you to
GIVE OVER 100%.
How about ACHIEVING 101%?
What equals 100% in life?
Here’s a little mathematical formula that might help
answer these questions:
If:
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
Is represented as:
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26.
If:
H-A-R-D-W-O- R- K
8+1+18+4+23+ 15+18+11 = 98%
And:
K-N-O-W-L-E- D-G-E
11+14+15+23+ 12+5+4+7+ 5 = 96%
But:
A-T-T-I-T-U- D-E
1+20+20+9+20+ 21+4+5 = 100%
THEN, look how far the love of God will take you:
L-O-V-E-O-F- G-O-D
12+15+22+5+15+ 6+7+15+4 = 101%
Therefore, one can conclude with mathematical certainty that:
While Hard Work and Knowledge will get you close, and Attitude will
get you there, It’s the Love of God that will put you over the top!
It’s up to you if you share this with your friends & loved ones just
the way I did..
Have a nice day & God bless!!

Sabtu, 10 Maret 2012

♥ About Me ♥


Dear, all 
Hello, my name is Ucha. And i am blessed :)
Nama lengkapnya Uswatun Chasanah. Cilacap, 09 Mei 1992. But please, tanpa mengurangi rasa hormat, panggil aja aku Ucha yaaa... Jangan panggil Asmirandah. Kadang ada yang salah suka manggil Asmirandah. Yeah, i know it. I know it. Orang emang suka salah ngirain aku Asmirandah karena mungkin ada kemiripan diantara kami berdua. Tapi please deh, gue tuh lebih cakep daripada Asmirandah! #plak #lemparlembing


Paling demen baca buku, nulis, nyanyi, joget-joget hulala, kencan sama komputer, berkhayal dan nonton tv sambil ditemani sepiring keripik kentang dan camilan penuh lemak lainnya (bayangkan betapa mengerikannya!! huahaha)
Olah raga favorit : berkuda (baca : naik odong-odong yang bentuknya kuda)
Saat ini mengenyam (jaelah bahasanyeee) pendidikan di perguruan tinggi negeri di Yogyakarta. 


I am an attractive girl. Super attractive!
Sometimes, dibutuhkan seseorang untuk memencet tombol off-ku.
Sometimes, dibutuhkan juga seseorang untuk mengubahku ke silent mode.
Ngeliat aku koprol, kayang, loncat harimau, roll depan belakang, ngakak-ngakak kayak orang mabok menang judi, atau joget-joget gak jelas adalah hal yang amat sangat wajar bagi seluruh anggota keluargaku.
 Especially my brother.
Yo'i kan bro?
Ngueheheh

 

coret coret duniaku Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal