jangan lupa komentar anda :D
Sabtu, 31 Maret 2012
Tugas TPM
Buat temen-temen yang belum dapet materi untuk tugas TPM, niy aku punya materi yang bisa di download :
Kamis, 15 Maret 2012
Bilangan ajaib 15.873 dan 8547
1. Bilangan 15.783 merupakan bilangan ajaib dan akan memberi hasil istimewa bila dikalikan
dengan kelipatan 7.
* 15.873 x 7 = 111.111
* 15.873 x 14 = 222.222
* 15.873 x 21 = 333.333
1. Bilangan 15.783 merupakan bilangan ajaib dan akan memberi hasil istimewa bila dikalikan
dengan kelipatan 7.
* 15.873 x 7 = 111.111
* 15.873 x 14 = 222.222
* 15.873 x 21 = 333.333
Tentukan hasil dari :
* 15.873 x 28 =
* 15.873 x 35 =
* 15.873 x 42 =
* 15.873 x 49 =
dst
2. Bilangan 8547 akan memberi hasil yang menarik bila dikalikan dengan 13, sbb :
* 8547 x 13 = 111.111
* 8547 x 26 = 222.222
* 8547 x 39 = 333.333
Tentukan hasil dari :
* 8547 x 52 =
* 8547 x 65 =
* 8547 x 78 =
dengan kelipatan 7.
* 15.873 x 7 = 111.111
* 15.873 x 14 = 222.222
* 15.873 x 21 = 333.333
1. Bilangan 15.783 merupakan bilangan ajaib dan akan memberi hasil istimewa bila dikalikan
dengan kelipatan 7.
* 15.873 x 7 = 111.111
* 15.873 x 14 = 222.222
* 15.873 x 21 = 333.333
Tentukan hasil dari :
* 15.873 x 28 =
* 15.873 x 35 =
* 15.873 x 42 =
* 15.873 x 49 =
dst
2. Bilangan 8547 akan memberi hasil yang menarik bila dikalikan dengan 13, sbb :
* 8547 x 13 = 111.111
* 8547 x 26 = 222.222
* 8547 x 39 = 333.333
Tentukan hasil dari :
* 8547 x 52 =
* 8547 x 65 =
* 8547 x 78 =
Belajar Sholat Mirip Belajar Matematika
Seperti biasa, tiap hari Jum’at, umat
Islam laki-laki di seluruh dunia menunaikan sholat Jum’at. Tak
ketinggalan, saya pun melakukannya.
Bila waktu sholat Jum’at sudah mendekat,
segeralah datangi Masjid untuk menunaikannya, lebih baik bila datang
sebelum Khotib naik mimbar. Itulah nasihat para guru agama yang selalu
saya ingat sedari kecil dulu. Nasihat lebih lanjut, konon, bila datang
dan menempati shaf pertama, maka akan diganjar dengan pahala yang
berlipat ganda–ini diibaratkan dengan mendapat pahala sebesar unta atau
sapi; bila menempati shaf-shaf belakang, paling pahalanya sebesar ayam
atau telurnya saja.
Nasihat tadi, berusaha selalu saya
jalankan. Seperti hal yang saya lakukan pada sholat Jum’at yang lalu:
Sholat Jum’at yang saya tunaikan di salah satu Masjid di negeri Belanda,
sebuah masjid yang dikelola umat Islam, yang umumnya, keturunan bangsa
Maroko.
Tidak seperti biasanya, setelah sholat
Tahiyatul Masjid (sholat untuk menghormati Masjid), perhatian saya
tertuju pada seorang bapak yang baru datang dan membawa anak lelaki
kecilnya, yang berumur sekitar 3 atau 4 tahun. Saya perhatikan dua orang
bapak-anak tersebut. Sang bapak segera menunaikan sholat Tahiyatul
Masjid, sedangkan sang anak menirukan gerakan sang bapak sambil
celingak-celinguk kiri-kanan, serta belakang. Sang anak yang merasa
diperhatikan, tersenyum ke arah saya. Saya pun tersenyum padanya. Yang
menarik dilakukan sang anak adalah saat sang bapak sujud, dia tak ikut
gerakan, tapi dia merangkul leher sang bapak dari belakang, gendong di
atas punggungnya.
Kejadian bapak-anak tadi mengingatkan
masa kecil saya, saat usia sekitar 4 atau 5 tahun. Bila waktu sholat
tiba, saya selalu menunggu ibu menunaikan sholat. Yang paling asyik
adalah, saat ibu sujud, saya segera gendong di punggungnya. Makin banyak
rakaat, makin sering gendongnya, asyik dan menyenangkan rasanya,
seperti terbang layaknya Superman. Hingga, secara tak langsung saya pun
hafal banyaknya rakaat di tiap waktu sholat, sebelum saya sendiri tahu
dan mengerti tata cara melakukanya.
***
Pelajaran apa yang dapat kita petik dari kisah sederhana tadi?
Untuk kisah bapak-anak yang mirip kisah
masa kecil saya tadi, setidaknya ada satu pelajaran penting yang dapat
kita petik. Dalam pandangan awam saya, sang bapak sedang mengenalkan dan
mengajari anak tentang sholat.
Mungkin, bagi Anda yang berpikir kritis
ala barat akan mempertanyakan cara tersebut: untuk apa mengajari anak
prosedur melakukan sholat padahal anak-anak tidak atau belum mengerti
mengapa hal itu dilakukan? Tidakkah lebih baik memberi pengertian dan
pemahaman lebih dulu, baru mempraktikan sholat? Bukankah melakukan
sesuatu itu akan lebih baik bila dilandasi pemahaman terlebih dahulu?
Setidaknya, jawaban atas
pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah seperti berikut. Walau sang anak
diperkirakan belum mengerti apa-apa, dengan cara mengajaknya ke Masjid
dan mempraktikan cara melakukan sholat, maka hal ini diharapkan akan
membiasakan anak untuk melakukannya. Sehingga saat sang anak sudah
berkewajiban melakukan sholat, dan dibarengi dengan pengetahuan dan
pemahaman tentang sholat tentunya, sudah tidak canggung dan tidak berat
lagi untuk melakukannya.
***
Lantas, apa miripnya dengan belajar matematika?
Pendidikan matematika, khususnya untuk
matematika sekolah di negeri kita, dipandang sangat memprihatinkan
karena prestasi belajar siswa dipandang kurang baik–walaupun tiap tahun
hasil ujian nasional menggambarkan hasil yang sangat memukau.
Salah satu kritik terhadap prestasi yang
tidak menggembirakan itu, konon, diakibatkan oleh proses pembelajaran
matematika sekolah yang bersifat prosedural nan algoritmik. Yakni, suatu
proses pembelajaran yang menitikberatkan pada prosedur, hafal cara dan
rumus, namun kurang menekankan pada pemahaman konsep matematika. Hal ini
berakibat pemahaman siswa rendah terhadap matematika–siswa hanya hafal
rumus atau cara untuk mengerjakan soal yang sudah diajarkan saja, tapi
kebingungan dan tak sanggup memecahkan soal manakala soalnya berbeda,
sehingga dapat diduga, hasil belajarpun jadi rendah.
Benarkah kritik tersebut? Benarkah cara
prosedural nan algoritmik berakibat buruk terhadap prestasi belajar
siswa? Apakah benar pembelajaran yang menitikberatkan pada pemahaman
terlebih dahulu ketimbang prosedur akan lebih baik dilihat dari hasil
belajar siswanya kelak?
Berkaca dari kisah bapak-anak, maka saya
berpandangan, proses pembelajaran yang bersifat prosedural nan
algoritmik tidaklah selalu buruk, tidak mesti serta-merta ditinggalkan
begitu saja. Agar lebih baik, ketika proses membelajarkan secara
prosedural nan algoritmik, perlahan siswa diberi pemahaman dan
pengertian secara konseptual. Sehingga, diharapkan, terjadi keseimbangan
antara prosedural skill dan pemahaman konseptual. Ibarat cara
mengajarkan sholat pada anak-anak, dimulai dari praktik, lalu sedikit
demi sedikit diberi pemahaman. Setuju?
Selasa, 13 Maret 2012
Sakinah Bersamamu...
Tak ada yang sempurna di kolong langit. Tidak dia,
Bang Zaqi, dan pernikahan mereka. Sebab kesempurnaan hanya boleh dilekatkan
pada namaNya semata. Riri bukan tidak menyadari hal ini. Tetapi salahkah jika
perempuan itu menyimpan harapan bahwa mereka akan memiliki cinta yang sempurna?
Ia ingin cinta, hari-hari sakinah, hanya itu yang
terbayang saat mengenang perjalnan kasih mereka. Bayang- bayang kebersamaan
yang selalu berkejaran begitu jelas di pelupuk mata, setiap kali memandangi
Bang Zaqi yang terlelap. Tapi tak ada cinta yang diuji. Lalu haruskah dia
menyerah kalah ketika cinta yang selama ini nyaris sempurna, diguncang badai?
Saat sosok yang tak pernah mengecewakan ternyata sanggup menggoreskan luka?
Ini memang bukan kisah cinta sempurna. Tetapi
kisah dua anak manusia yang belajar menyempurnakan cinta. Belajar memberi,
menerima, dan memperbarui cinta, hingga mereka menutup mata.
“kenapa kita menikah, Bang?” tanyaku
suatu hari.Kau menjawab mantap, tanpa sebersit pun
keraguan, “sebab tanpamu tak ada pernikahan bagiku..”
~Dikutip dari buku Sakinah Bersamamu
karya Mbak Asma Nadia~
Sekian,semoga bermanfaat ukhti..
Minggu, 11 Maret 2012
Keajaiban Angka - Keunikan Matematika
Saat iseng-iseng buka
inbox email yahoo yang lama tidak dibuka, disalah satu folder hasil
filteran email, ada sebuah kiriman email dari milist yang saya
ikuti…isinya cukup menarik dan membuat saya mau tidak mau harus
membacanya …isinya adalah seputar keajaiban angka ….berikut ini isi
email tersebut ….
Absolutely amazing!
Beauty of Mathematics !!!!!!!
1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321
1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 +10= 1111111111
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 +10= 1111111111
9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654 x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654 x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888
Brilliant, isn’t it?
And look at this symmetry:
1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111 = 12345678987654321
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111 = 12345678987654321
Now, take a look at this…
101%
From a strictly mathematical viewpoint:
What Equals 100%?
What does it mean to give MORE than 100%?
What does it mean to give MORE than 100%?
Ever wonder about those people who say they are giving more than 100%?
We have all been in situations where someone wants you to
GIVE OVER 100%.
GIVE OVER 100%.
How about ACHIEVING 101%?
What equals 100% in life?
Here’s a little mathematical formula that might help
answer these questions:
answer these questions:
If:
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
Is represented as:
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26.
If:
H-A-R-D-W-O- R- K
8+1+18+4+23+ 15+18+11 = 98%
And:
K-N-O-W-L-E- D-G-E
11+14+15+23+ 12+5+4+7+ 5 = 96%
But:
A-T-T-I-T-U- D-E
1+20+20+9+20+ 21+4+5 = 100%
THEN, look how far the love of God will take you:
L-O-V-E-O-F- G-O-D
12+15+22+5+15+ 6+7+15+4 = 101%
Therefore, one can conclude with mathematical certainty that:
While Hard Work and Knowledge will get you close, and Attitude will
get you there, It’s the Love of God that will put you over the top!
get you there, It’s the Love of God that will put you over the top!
It’s up to you if you share this with your friends & loved ones just
the way I did..
the way I did..
Have a nice day & God bless!!
Sabtu, 10 Maret 2012
♥ About Me ♥
Nama lengkapnya Uswatun Chasanah.
Cilacap, 09 Mei 1992. But please, tanpa mengurangi rasa hormat, panggil aja aku
Ucha yaaa... Jangan panggil Asmirandah. Kadang ada yang salah suka manggil
Asmirandah. Yeah, i know it. I know it. Orang emang suka salah ngirain aku
Asmirandah karena mungkin ada kemiripan diantara kami berdua. Tapi please deh,
gue tuh lebih cakep daripada Asmirandah! #plak #lemparlembing
Paling demen baca buku, nulis, nyanyi, joget-joget hulala, kencan sama komputer, berkhayal dan nonton tv sambil ditemani sepiring keripik kentang dan camilan penuh lemak lainnya (bayangkan betapa mengerikannya!! huahaha)
Olah raga favorit : berkuda (baca : naik odong-odong yang bentuknya kuda)
Saat ini mengenyam (jaelah bahasanyeee) pendidikan di perguruan tinggi negeri di Yogyakarta.
I am an attractive girl. Super attractive!
Sometimes, dibutuhkan seseorang untuk memencet tombol off-ku.
Sometimes, dibutuhkan juga seseorang untuk mengubahku ke silent mode.
Ngeliat aku koprol, kayang, loncat harimau, roll depan belakang, ngakak-ngakak kayak orang mabok menang judi, atau joget-joget gak jelas adalah hal yang amat sangat wajar bagi seluruh anggota keluargaku.
Especially my brother.
Yo'i kan bro?
Ngueheheh
Paling demen baca buku, nulis, nyanyi, joget-joget hulala, kencan sama komputer, berkhayal dan nonton tv sambil ditemani sepiring keripik kentang dan camilan penuh lemak lainnya (bayangkan betapa mengerikannya!! huahaha)
Olah raga favorit : berkuda (baca : naik odong-odong yang bentuknya kuda)
Saat ini mengenyam (jaelah bahasanyeee) pendidikan di perguruan tinggi negeri di Yogyakarta.
I am an attractive girl. Super attractive!
Sometimes, dibutuhkan seseorang untuk memencet tombol off-ku.
Sometimes, dibutuhkan juga seseorang untuk mengubahku ke silent mode.
Ngeliat aku koprol, kayang, loncat harimau, roll depan belakang, ngakak-ngakak kayak orang mabok menang judi, atau joget-joget gak jelas adalah hal yang amat sangat wajar bagi seluruh anggota keluargaku.
Especially my brother.
Yo'i kan bro?
Ngueheheh
Langganan:
Komentar (Atom)
Sabtu, 31 Maret 2012
Tugas TPM
Buat temen-temen yang belum dapet materi untuk tugas TPM, niy aku punya materi yang bisa di download :
jangan lupa komentar anda :D
Diposting oleh
malaikat kecilku
di
11.03
0
komentar
Kamis, 15 Maret 2012
Bilangan ajaib 15.873 dan 8547
1. Bilangan 15.783 merupakan bilangan ajaib dan akan memberi hasil istimewa bila dikalikan
dengan kelipatan 7.
* 15.873 x 7 = 111.111
* 15.873 x 14 = 222.222
* 15.873 x 21 = 333.333
1. Bilangan 15.783 merupakan bilangan ajaib dan akan memberi hasil istimewa bila dikalikan
dengan kelipatan 7.
* 15.873 x 7 = 111.111
* 15.873 x 14 = 222.222
* 15.873 x 21 = 333.333
Tentukan hasil dari :
* 15.873 x 28 =
* 15.873 x 35 =
* 15.873 x 42 =
* 15.873 x 49 =
dst
2. Bilangan 8547 akan memberi hasil yang menarik bila dikalikan dengan 13, sbb :
* 8547 x 13 = 111.111
* 8547 x 26 = 222.222
* 8547 x 39 = 333.333
Tentukan hasil dari :
* 8547 x 52 =
* 8547 x 65 =
* 8547 x 78 =
dengan kelipatan 7.
* 15.873 x 7 = 111.111
* 15.873 x 14 = 222.222
* 15.873 x 21 = 333.333
1. Bilangan 15.783 merupakan bilangan ajaib dan akan memberi hasil istimewa bila dikalikan
dengan kelipatan 7.
* 15.873 x 7 = 111.111
* 15.873 x 14 = 222.222
* 15.873 x 21 = 333.333
Tentukan hasil dari :
* 15.873 x 28 =
* 15.873 x 35 =
* 15.873 x 42 =
* 15.873 x 49 =
dst
2. Bilangan 8547 akan memberi hasil yang menarik bila dikalikan dengan 13, sbb :
* 8547 x 13 = 111.111
* 8547 x 26 = 222.222
* 8547 x 39 = 333.333
Tentukan hasil dari :
* 8547 x 52 =
* 8547 x 65 =
* 8547 x 78 =
Diposting oleh
malaikat kecilku
di
21.32
0
komentar
Belajar Sholat Mirip Belajar Matematika
Seperti biasa, tiap hari Jum’at, umat
Islam laki-laki di seluruh dunia menunaikan sholat Jum’at. Tak
ketinggalan, saya pun melakukannya.
Bila waktu sholat Jum’at sudah mendekat,
segeralah datangi Masjid untuk menunaikannya, lebih baik bila datang
sebelum Khotib naik mimbar. Itulah nasihat para guru agama yang selalu
saya ingat sedari kecil dulu. Nasihat lebih lanjut, konon, bila datang
dan menempati shaf pertama, maka akan diganjar dengan pahala yang
berlipat ganda–ini diibaratkan dengan mendapat pahala sebesar unta atau
sapi; bila menempati shaf-shaf belakang, paling pahalanya sebesar ayam
atau telurnya saja.
Nasihat tadi, berusaha selalu saya
jalankan. Seperti hal yang saya lakukan pada sholat Jum’at yang lalu:
Sholat Jum’at yang saya tunaikan di salah satu Masjid di negeri Belanda,
sebuah masjid yang dikelola umat Islam, yang umumnya, keturunan bangsa
Maroko.
Tidak seperti biasanya, setelah sholat
Tahiyatul Masjid (sholat untuk menghormati Masjid), perhatian saya
tertuju pada seorang bapak yang baru datang dan membawa anak lelaki
kecilnya, yang berumur sekitar 3 atau 4 tahun. Saya perhatikan dua orang
bapak-anak tersebut. Sang bapak segera menunaikan sholat Tahiyatul
Masjid, sedangkan sang anak menirukan gerakan sang bapak sambil
celingak-celinguk kiri-kanan, serta belakang. Sang anak yang merasa
diperhatikan, tersenyum ke arah saya. Saya pun tersenyum padanya. Yang
menarik dilakukan sang anak adalah saat sang bapak sujud, dia tak ikut
gerakan, tapi dia merangkul leher sang bapak dari belakang, gendong di
atas punggungnya.
Kejadian bapak-anak tadi mengingatkan
masa kecil saya, saat usia sekitar 4 atau 5 tahun. Bila waktu sholat
tiba, saya selalu menunggu ibu menunaikan sholat. Yang paling asyik
adalah, saat ibu sujud, saya segera gendong di punggungnya. Makin banyak
rakaat, makin sering gendongnya, asyik dan menyenangkan rasanya,
seperti terbang layaknya Superman. Hingga, secara tak langsung saya pun
hafal banyaknya rakaat di tiap waktu sholat, sebelum saya sendiri tahu
dan mengerti tata cara melakukanya.
***
Pelajaran apa yang dapat kita petik dari kisah sederhana tadi?
Untuk kisah bapak-anak yang mirip kisah
masa kecil saya tadi, setidaknya ada satu pelajaran penting yang dapat
kita petik. Dalam pandangan awam saya, sang bapak sedang mengenalkan dan
mengajari anak tentang sholat.
Mungkin, bagi Anda yang berpikir kritis
ala barat akan mempertanyakan cara tersebut: untuk apa mengajari anak
prosedur melakukan sholat padahal anak-anak tidak atau belum mengerti
mengapa hal itu dilakukan? Tidakkah lebih baik memberi pengertian dan
pemahaman lebih dulu, baru mempraktikan sholat? Bukankah melakukan
sesuatu itu akan lebih baik bila dilandasi pemahaman terlebih dahulu?
Setidaknya, jawaban atas
pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah seperti berikut. Walau sang anak
diperkirakan belum mengerti apa-apa, dengan cara mengajaknya ke Masjid
dan mempraktikan cara melakukan sholat, maka hal ini diharapkan akan
membiasakan anak untuk melakukannya. Sehingga saat sang anak sudah
berkewajiban melakukan sholat, dan dibarengi dengan pengetahuan dan
pemahaman tentang sholat tentunya, sudah tidak canggung dan tidak berat
lagi untuk melakukannya.
***
Lantas, apa miripnya dengan belajar matematika?
Pendidikan matematika, khususnya untuk
matematika sekolah di negeri kita, dipandang sangat memprihatinkan
karena prestasi belajar siswa dipandang kurang baik–walaupun tiap tahun
hasil ujian nasional menggambarkan hasil yang sangat memukau.
Salah satu kritik terhadap prestasi yang
tidak menggembirakan itu, konon, diakibatkan oleh proses pembelajaran
matematika sekolah yang bersifat prosedural nan algoritmik. Yakni, suatu
proses pembelajaran yang menitikberatkan pada prosedur, hafal cara dan
rumus, namun kurang menekankan pada pemahaman konsep matematika. Hal ini
berakibat pemahaman siswa rendah terhadap matematika–siswa hanya hafal
rumus atau cara untuk mengerjakan soal yang sudah diajarkan saja, tapi
kebingungan dan tak sanggup memecahkan soal manakala soalnya berbeda,
sehingga dapat diduga, hasil belajarpun jadi rendah.
Benarkah kritik tersebut? Benarkah cara
prosedural nan algoritmik berakibat buruk terhadap prestasi belajar
siswa? Apakah benar pembelajaran yang menitikberatkan pada pemahaman
terlebih dahulu ketimbang prosedur akan lebih baik dilihat dari hasil
belajar siswanya kelak?
Berkaca dari kisah bapak-anak, maka saya
berpandangan, proses pembelajaran yang bersifat prosedural nan
algoritmik tidaklah selalu buruk, tidak mesti serta-merta ditinggalkan
begitu saja. Agar lebih baik, ketika proses membelajarkan secara
prosedural nan algoritmik, perlahan siswa diberi pemahaman dan
pengertian secara konseptual. Sehingga, diharapkan, terjadi keseimbangan
antara prosedural skill dan pemahaman konseptual. Ibarat cara
mengajarkan sholat pada anak-anak, dimulai dari praktik, lalu sedikit
demi sedikit diberi pemahaman. Setuju?
Diposting oleh
malaikat kecilku
di
16.56
0
komentar
Selasa, 13 Maret 2012
Sakinah Bersamamu...
Tak ada yang sempurna di kolong langit. Tidak dia,
Bang Zaqi, dan pernikahan mereka. Sebab kesempurnaan hanya boleh dilekatkan
pada namaNya semata. Riri bukan tidak menyadari hal ini. Tetapi salahkah jika
perempuan itu menyimpan harapan bahwa mereka akan memiliki cinta yang sempurna?
Ia ingin cinta, hari-hari sakinah, hanya itu yang
terbayang saat mengenang perjalnan kasih mereka. Bayang- bayang kebersamaan
yang selalu berkejaran begitu jelas di pelupuk mata, setiap kali memandangi
Bang Zaqi yang terlelap. Tapi tak ada cinta yang diuji. Lalu haruskah dia
menyerah kalah ketika cinta yang selama ini nyaris sempurna, diguncang badai?
Saat sosok yang tak pernah mengecewakan ternyata sanggup menggoreskan luka?
Ini memang bukan kisah cinta sempurna. Tetapi
kisah dua anak manusia yang belajar menyempurnakan cinta. Belajar memberi,
menerima, dan memperbarui cinta, hingga mereka menutup mata.
“kenapa kita menikah, Bang?” tanyaku
suatu hari.Kau menjawab mantap, tanpa sebersit pun
keraguan, “sebab tanpamu tak ada pernikahan bagiku..”
~Dikutip dari buku Sakinah Bersamamu
karya Mbak Asma Nadia~
Sekian,semoga bermanfaat ukhti..
Diposting oleh
malaikat kecilku
di
14.31
0
komentar
Minggu, 11 Maret 2012
Keajaiban Angka - Keunikan Matematika
Saat iseng-iseng buka
inbox email yahoo yang lama tidak dibuka, disalah satu folder hasil
filteran email, ada sebuah kiriman email dari milist yang saya
ikuti…isinya cukup menarik dan membuat saya mau tidak mau harus
membacanya …isinya adalah seputar keajaiban angka ….berikut ini isi
email tersebut ….
Absolutely amazing!
Beauty of Mathematics !!!!!!!
1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321
1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 +10= 1111111111
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 +10= 1111111111
9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654 x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654 x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888
Brilliant, isn’t it?
And look at this symmetry:
1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111 = 12345678987654321
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111 = 12345678987654321
Now, take a look at this…
101%
From a strictly mathematical viewpoint:
What Equals 100%?
What does it mean to give MORE than 100%?
What does it mean to give MORE than 100%?
Ever wonder about those people who say they are giving more than 100%?
We have all been in situations where someone wants you to
GIVE OVER 100%.
GIVE OVER 100%.
How about ACHIEVING 101%?
What equals 100% in life?
Here’s a little mathematical formula that might help
answer these questions:
answer these questions:
If:
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
Is represented as:
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26.
If:
H-A-R-D-W-O- R- K
8+1+18+4+23+ 15+18+11 = 98%
And:
K-N-O-W-L-E- D-G-E
11+14+15+23+ 12+5+4+7+ 5 = 96%
But:
A-T-T-I-T-U- D-E
1+20+20+9+20+ 21+4+5 = 100%
THEN, look how far the love of God will take you:
L-O-V-E-O-F- G-O-D
12+15+22+5+15+ 6+7+15+4 = 101%
Therefore, one can conclude with mathematical certainty that:
While Hard Work and Knowledge will get you close, and Attitude will
get you there, It’s the Love of God that will put you over the top!
get you there, It’s the Love of God that will put you over the top!
It’s up to you if you share this with your friends & loved ones just
the way I did..
the way I did..
Have a nice day & God bless!!
Diposting oleh
malaikat kecilku
di
12.27
0
komentar
Sabtu, 10 Maret 2012
♥ About Me ♥
Nama lengkapnya Uswatun Chasanah.
Cilacap, 09 Mei 1992. But please, tanpa mengurangi rasa hormat, panggil aja aku
Ucha yaaa... Jangan panggil Asmirandah. Kadang ada yang salah suka manggil
Asmirandah. Yeah, i know it. I know it. Orang emang suka salah ngirain aku
Asmirandah karena mungkin ada kemiripan diantara kami berdua. Tapi please deh,
gue tuh lebih cakep daripada Asmirandah! #plak #lemparlembing
Paling demen baca buku, nulis, nyanyi, joget-joget hulala, kencan sama komputer, berkhayal dan nonton tv sambil ditemani sepiring keripik kentang dan camilan penuh lemak lainnya (bayangkan betapa mengerikannya!! huahaha)
Olah raga favorit : berkuda (baca : naik odong-odong yang bentuknya kuda)
Saat ini mengenyam (jaelah bahasanyeee) pendidikan di perguruan tinggi negeri di Yogyakarta.
I am an attractive girl. Super attractive!
Sometimes, dibutuhkan seseorang untuk memencet tombol off-ku.
Sometimes, dibutuhkan juga seseorang untuk mengubahku ke silent mode.
Ngeliat aku koprol, kayang, loncat harimau, roll depan belakang, ngakak-ngakak kayak orang mabok menang judi, atau joget-joget gak jelas adalah hal yang amat sangat wajar bagi seluruh anggota keluargaku.
Especially my brother.
Yo'i kan bro?
Ngueheheh
Paling demen baca buku, nulis, nyanyi, joget-joget hulala, kencan sama komputer, berkhayal dan nonton tv sambil ditemani sepiring keripik kentang dan camilan penuh lemak lainnya (bayangkan betapa mengerikannya!! huahaha)
Olah raga favorit : berkuda (baca : naik odong-odong yang bentuknya kuda)
Saat ini mengenyam (jaelah bahasanyeee) pendidikan di perguruan tinggi negeri di Yogyakarta.
I am an attractive girl. Super attractive!
Sometimes, dibutuhkan seseorang untuk memencet tombol off-ku.
Sometimes, dibutuhkan juga seseorang untuk mengubahku ke silent mode.
Ngeliat aku koprol, kayang, loncat harimau, roll depan belakang, ngakak-ngakak kayak orang mabok menang judi, atau joget-joget gak jelas adalah hal yang amat sangat wajar bagi seluruh anggota keluargaku.
Especially my brother.
Yo'i kan bro?
Ngueheheh
Diposting oleh
malaikat kecilku
di
14.20
0
komentar
Langganan:
Komentar (Atom)















