Tak ada yang sempurna di kolong langit. Tidak dia,
Bang Zaqi, dan pernikahan mereka. Sebab kesempurnaan hanya boleh dilekatkan
pada namaNya semata. Riri bukan tidak menyadari hal ini. Tetapi salahkah jika
perempuan itu menyimpan harapan bahwa mereka akan memiliki cinta yang sempurna?
Ia ingin cinta, hari-hari sakinah, hanya itu yang
terbayang saat mengenang perjalnan kasih mereka. Bayang- bayang kebersamaan
yang selalu berkejaran begitu jelas di pelupuk mata, setiap kali memandangi
Bang Zaqi yang terlelap. Tapi tak ada cinta yang diuji. Lalu haruskah dia
menyerah kalah ketika cinta yang selama ini nyaris sempurna, diguncang badai?
Saat sosok yang tak pernah mengecewakan ternyata sanggup menggoreskan luka?
Ini memang bukan kisah cinta sempurna. Tetapi
kisah dua anak manusia yang belajar menyempurnakan cinta. Belajar memberi,
menerima, dan memperbarui cinta, hingga mereka menutup mata.
“kenapa kita menikah, Bang?” tanyaku
suatu hari.Kau menjawab mantap, tanpa sebersit pun
keraguan, “sebab tanpamu tak ada pernikahan bagiku..”
~Dikutip dari buku Sakinah Bersamamu
karya Mbak Asma Nadia~
Sekian,semoga bermanfaat ukhti..
















0 komentar on "Sakinah Bersamamu..."
Posting Komentar