Konstipasi! Mengerikan! Dan aku
pernah mengalaminya selama satu minggu. Ya, satu minggu! Bayangkan, menyimpan
sampah selama satu minggu. Badan lemas, tidak selera makan, tidak selera kuliah
^^. Duduk salah, berdiri salah, tidur juga salah. Tidak nyaman. Dan…….
Streeeesssssssss setiap kali ke kamar kecil.
Itupun berdampak pada kegiatan
makanku. Ya aku ngeri setiap kali melihat makanan. Dan, itu membuatku tak
berminat untuk makan. Setiap kali aku melihat nasi aku berpikir telah berapa
kilo nasi yang ada diperutku dan tidak bias keluar. Setiap kali aku melihat
makanan, selalu aku membayangkan berapa banyak tumpukan makanan yang telah
menjadi sampah dalam perutku. Dan, itu membuatku sama sekali tidak selera
makan. Dan, parahnya lagi, jika kuperhatikan perutku kelihatan buncit.
Huuuuuuaaaaaaaaaaaa… mengerikan!
Semua berawal dari satu hal.
Menahan! Ya, aku sering menahan dan menunda jika rasa itu dating. Bukan tanpa
alasan, menjadi ibu baru membuatku harus menyesuaikan diri. Hingga akhirnya
rasa itu hilang dengan sendirinya. Dan, ketika aku sadar, ternyata aku tidak
membuang sampah sudah satu minggu lebih.
Tiba-tiba aku jadi ingat,
tetanggaku susah kentut, bahkan berdampak pada konstipasi dan harus di opname
di rumah sakit. Dia berteriak-teriak, marah-marah, dan mengumpat-ngumpat setiap
kali ke kamar kecil. Aku bengong, kok
sampe segitunya sih, batinku.
Aku juga ingat, adik iparku
pulang dengan keadaan perut buncit karena susah BAB. Dan, bahkan aku dengar ada
yang sangat parah, yaitu harus memotong usunya karena kanker dan itu ditandai
dengan konstipasi.
Mengerikan! Sangat! Tentu saja
aku tidak mau sampai separah itu. LaluL,aku minum pencahar yang dibelikan
suamiku. Hasilnya? Sakit perut dan mulas luar biasa. Namun, aku lega aku bias
membuang semuanya.
Tapi, hanya saat itu saja, dan
selebihnya aku kembali strees, tidak selera apapun dan badan terasa berat.
Tapi, aku putuskan aku tidak akan minum pencahar lagi. Sudah kapok dengan
rasanya dan kudengar juga tidak baik jika terus dikonsumsi.
Maka setelah aku merasakan
penderitaan, aku diam, berpikir lama. Ya, aku harus melakukan sesuatu. Aku
harus mengubah gaya hidup dan pola makanku. Dengan terapi.
Maka, kumulai keesokan harinya,
aku membuat jadwal :
1.
Harus
minum satu gelas setiap satu jam
2.
Makan
nasi seperlunya, kalo bias hanya pagi hari
3.
Siang
hari makan sayuran rebus
4.
Malam
hari buah atau minum jus
Aku juga seharusnya tidak sering makan gorengan, dan
melakukan gerakan setiap pagi, olahraga tentunya.
Aku
harus rajin makan buah dan sayuran. Aku juga melakukan kunjungan rutin ke kamar
kecil, meski tidak ada panggilan.
Ada
hasilnya? Sehari belum ada, dua hari belum ada, tiga hari belum ada! Namun, di
hari keempat, panggilan itu datang. Dan, apa yang terjadi? Aku keluar dari
kamar mandi dengan air mata yang tak bias kutahan. Subhanalloh, Alhamdulillah,
aku sujud syukur. Nikmat Tuhanku yang manakah yang aku dustakan?
Aku terus melakukan terapi.
Dan, besoknya lagi, lagi, dan lagi. Aku
selalu keluar kamar kecil dengan rasa haru dan bibir menggumam hamdalah. Kapok deh menahan-nahan lagi,
kalau dampaknya tertahan berhari-hari.
















0 komentar on "Kapok Deh, Menahan-nahan lagi ^^"
Posting Komentar