Jumat, 18 Mei 2012

Kapok Deh, Menahan-nahan lagi ^^

Diposting oleh malaikat kecilku di 13.17

Konstipasi! Mengerikan! Dan aku pernah mengalaminya selama satu minggu. Ya, satu minggu! Bayangkan, menyimpan sampah selama satu minggu. Badan lemas, tidak selera makan, tidak selera kuliah ^^. Duduk salah, berdiri salah, tidur juga salah. Tidak nyaman. Dan……. Streeeesssssssss setiap kali ke kamar kecil.
Itupun berdampak pada kegiatan makanku. Ya aku ngeri setiap kali melihat makanan. Dan, itu membuatku tak berminat untuk makan. Setiap kali aku melihat nasi aku berpikir telah berapa kilo nasi yang ada diperutku dan tidak bias keluar. Setiap kali aku melihat makanan, selalu aku membayangkan berapa banyak tumpukan makanan yang telah menjadi sampah dalam perutku. Dan, itu membuatku sama sekali tidak selera makan. Dan, parahnya lagi, jika kuperhatikan perutku kelihatan buncit. Huuuuuuaaaaaaaaaaaa… mengerikan!
Semua berawal dari satu hal. Menahan! Ya, aku sering menahan dan menunda jika rasa itu dating. Bukan tanpa alasan, menjadi ibu baru membuatku harus menyesuaikan diri. Hingga akhirnya rasa itu hilang dengan sendirinya. Dan, ketika aku sadar, ternyata aku tidak membuang sampah sudah satu minggu lebih.
Tiba-tiba aku jadi ingat, tetanggaku susah kentut, bahkan berdampak pada konstipasi dan harus di opname di rumah sakit. Dia berteriak-teriak, marah-marah, dan mengumpat-ngumpat setiap kali ke kamar kecil. Aku bengong, kok sampe segitunya sih, batinku.
Aku juga ingat, adik iparku pulang dengan keadaan perut buncit karena susah BAB. Dan, bahkan aku dengar ada yang sangat parah, yaitu harus memotong usunya karena kanker dan itu ditandai dengan konstipasi.
Mengerikan! Sangat! Tentu saja aku tidak mau sampai separah itu. LaluL,aku minum pencahar yang dibelikan suamiku. Hasilnya? Sakit perut dan mulas luar biasa. Namun, aku lega aku bias membuang semuanya.
Tapi, hanya saat itu saja, dan selebihnya aku kembali strees, tidak selera apapun dan badan terasa berat. Tapi, aku putuskan aku tidak akan minum pencahar lagi. Sudah kapok dengan rasanya dan kudengar juga tidak baik jika terus dikonsumsi.
Maka setelah aku merasakan penderitaan, aku diam, berpikir lama. Ya, aku harus melakukan sesuatu. Aku harus mengubah gaya hidup dan pola makanku. Dengan terapi.
Maka, kumulai keesokan harinya, aku membuat jadwal :
1.      Harus minum satu gelas setiap satu jam
2.      Makan nasi seperlunya, kalo bias hanya pagi hari
3.      Siang hari makan sayuran rebus
4.      Malam hari buah atau minum jus
Aku juga seharusnya tidak sering makan gorengan, dan melakukan gerakan setiap pagi, olahraga tentunya.
            Aku harus rajin makan buah dan sayuran. Aku juga melakukan kunjungan rutin ke kamar kecil, meski tidak ada panggilan.
            Ada hasilnya? Sehari belum ada, dua hari belum ada, tiga hari belum ada! Namun, di hari keempat, panggilan itu datang. Dan, apa yang terjadi? Aku keluar dari kamar mandi dengan air mata yang tak bias kutahan. Subhanalloh, Alhamdulillah, aku sujud syukur. Nikmat Tuhanku yang manakah yang aku dustakan?
Aku terus melakukan terapi. Dan, besoknya lagi, lagi,  dan lagi. Aku selalu keluar kamar kecil dengan rasa haru dan bibir menggumam hamdalah. Kapok deh menahan-nahan lagi, kalau dampaknya tertahan berhari-hari.

0 komentar on "Kapok Deh, Menahan-nahan lagi ^^"

Posting Komentar

Jumat, 18 Mei 2012

Kapok Deh, Menahan-nahan lagi ^^


Konstipasi! Mengerikan! Dan aku pernah mengalaminya selama satu minggu. Ya, satu minggu! Bayangkan, menyimpan sampah selama satu minggu. Badan lemas, tidak selera makan, tidak selera kuliah ^^. Duduk salah, berdiri salah, tidur juga salah. Tidak nyaman. Dan……. Streeeesssssssss setiap kali ke kamar kecil.
Itupun berdampak pada kegiatan makanku. Ya aku ngeri setiap kali melihat makanan. Dan, itu membuatku tak berminat untuk makan. Setiap kali aku melihat nasi aku berpikir telah berapa kilo nasi yang ada diperutku dan tidak bias keluar. Setiap kali aku melihat makanan, selalu aku membayangkan berapa banyak tumpukan makanan yang telah menjadi sampah dalam perutku. Dan, itu membuatku sama sekali tidak selera makan. Dan, parahnya lagi, jika kuperhatikan perutku kelihatan buncit. Huuuuuuaaaaaaaaaaaa… mengerikan!
Semua berawal dari satu hal. Menahan! Ya, aku sering menahan dan menunda jika rasa itu dating. Bukan tanpa alasan, menjadi ibu baru membuatku harus menyesuaikan diri. Hingga akhirnya rasa itu hilang dengan sendirinya. Dan, ketika aku sadar, ternyata aku tidak membuang sampah sudah satu minggu lebih.
Tiba-tiba aku jadi ingat, tetanggaku susah kentut, bahkan berdampak pada konstipasi dan harus di opname di rumah sakit. Dia berteriak-teriak, marah-marah, dan mengumpat-ngumpat setiap kali ke kamar kecil. Aku bengong, kok sampe segitunya sih, batinku.
Aku juga ingat, adik iparku pulang dengan keadaan perut buncit karena susah BAB. Dan, bahkan aku dengar ada yang sangat parah, yaitu harus memotong usunya karena kanker dan itu ditandai dengan konstipasi.
Mengerikan! Sangat! Tentu saja aku tidak mau sampai separah itu. LaluL,aku minum pencahar yang dibelikan suamiku. Hasilnya? Sakit perut dan mulas luar biasa. Namun, aku lega aku bias membuang semuanya.
Tapi, hanya saat itu saja, dan selebihnya aku kembali strees, tidak selera apapun dan badan terasa berat. Tapi, aku putuskan aku tidak akan minum pencahar lagi. Sudah kapok dengan rasanya dan kudengar juga tidak baik jika terus dikonsumsi.
Maka setelah aku merasakan penderitaan, aku diam, berpikir lama. Ya, aku harus melakukan sesuatu. Aku harus mengubah gaya hidup dan pola makanku. Dengan terapi.
Maka, kumulai keesokan harinya, aku membuat jadwal :
1.      Harus minum satu gelas setiap satu jam
2.      Makan nasi seperlunya, kalo bias hanya pagi hari
3.      Siang hari makan sayuran rebus
4.      Malam hari buah atau minum jus
Aku juga seharusnya tidak sering makan gorengan, dan melakukan gerakan setiap pagi, olahraga tentunya.
            Aku harus rajin makan buah dan sayuran. Aku juga melakukan kunjungan rutin ke kamar kecil, meski tidak ada panggilan.
            Ada hasilnya? Sehari belum ada, dua hari belum ada, tiga hari belum ada! Namun, di hari keempat, panggilan itu datang. Dan, apa yang terjadi? Aku keluar dari kamar mandi dengan air mata yang tak bias kutahan. Subhanalloh, Alhamdulillah, aku sujud syukur. Nikmat Tuhanku yang manakah yang aku dustakan?
Aku terus melakukan terapi. Dan, besoknya lagi, lagi,  dan lagi. Aku selalu keluar kamar kecil dengan rasa haru dan bibir menggumam hamdalah. Kapok deh menahan-nahan lagi, kalau dampaknya tertahan berhari-hari.

0 komentar:

 

coret coret duniaku Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal